Memaknai Hari Pancasila


Gambar terkait

1 juni diperingati sebagai hari lahirnya pancasila dimana hari ini ditetapkan sebagai hari libur nasional. Penetapan ini berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 24 Tahun 2016, yang disampaikan Presiden Joko Widodo pada tanggal 1 Juni 2018 di Gedung Merdeka, Bandung saat menyampaikan pidato pada peringatan Pidato Bung Karno 1 Juni 1945. Mekmanai Pancasila hari ini tidak hanya sekedar diskusi dan caption di sosial media namun mewujudkannya adalah tugas kita bersama. Melihat realita yang ada, terwujudnya 5 sila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara masih sangat jauh untuk direalisasikan, bagi saya pancasila hari ini hanya dianggap simbol tidak pada esensi pancasila itu sendiri padahal makna 5 sila tersebut sangatlah mulia jika kita kaji satu persatu setiap silanya. Tujuan utama dari pancasila letaknya di sila kelima yaitu "keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia" dimana sila tersebut dapat terwujud ketika sila diatasnya pun terwujud.
Sila pertama mengenai "Ketuhanan yang maha Esa", makna ini tidak lantas memberikan pemahaman mengenai agama apa yang dianut namun seberapa yakinnya setiap manusia di negeri ini pada yang "Satu". Satu disini pemaknaannya adalah Tuhan namun kadang tanpa disadari orang mengubahnya menjadi uang, kekuasaan, dan ketakutan, dari sini saja kita sebagai orang Indonesia perlu memperbaiki dimulai dari diri sendiri
Kemudian sila selanjutnya yaitu sila kedua "Kemanusiaan yang adil dan beradab", sila ini dimulai dari siapa Gurunya, bukan Guru di sekolah-sekolah saja namun juga Guru di rumah yang mendidik anak-anaknya menjadi manusia yang berkemanusiaan bukan berkehewanan. Mereka sebagai manusia memiki batasannya sendiri sebagai manusia sehingga hal yang tidak pantas dilakukan oleh manusia maka tidak akan dilakukannya
Sila ketiga "persatuan Indonesia", melihat realita hari ini mengenai persatuan Indonesia sangatlah jauh untuk diharapkan, kita tau bahwa di negeri ini ada organisasi yang menentang pancasila yang kemudian muncul tagline "saya Indonesia, saya Pancasila", dengan munculnya tagline ini menandakan Pancasila sudah terkikis sehingga perlu diperjuangkan dg tagline dimana-mana, pertanyaannya apakah efektif hal tersebut untuk mengmbalikan ghiroh pancasila? Jawabannya bisa dipikirkan bersama
Sila keempat "kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan", makna sila ini hanya sebatas adanya lembaga legislatif, eksekutif dan yudikatif, pemaknaan selanjutnya cukup di sistem dan penerapannya nihil, kita beri contoh tentang pemilihan wakil rakyat apakah murni hasil rakyat atau murni hasil dari banyaknya uang yang disuap (sekalipun ada orang yang memang jujur, mungkin), permulaannya sudah tidak baik sehingga kita dapat menyimpulkannya sendiri sila ini dapat diterapkan atau tidak.
Yang terakhir adalah sila kelima "Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia" dimana sila ini adalah tujuan utama dari Pancasila, ketika 4 sila yang lain terwujud maka sila ini akan tercapai.
Kami sebagai organisasi mahasiswi KOHATI (Korps HMI-wati) bagian dari organisasi HMI (Himpunan Mahasiswa Islam) sebagai organisasi semi-otonom yang bergerak di bidang pemberdayaan perempuan dalam hal ini memaknai Pancasila selama ini tidak hanya bagian dari ceremonial saja namun penanaman yang dilakukan kita mulai dari sila pertama tentang ajaran Tauhid (Ketuhanan yang Maha Esa) dimana sila ini sesuai dengan Nilai-Nilai Dasar Perjuangan kita di HMI yaitu Dasar-Dasar Kepercayaan (Bab 1 NDP). Tujuan kami (HMI) pun selaras dengan isi Pancasila yaitu Terbinanya insan akademis, pencipta, pengabdi yang bernafaskan islam dan bertanggung jawab atas terwujudnya masyarakat adil makmur yang dirihoi Allah SWT, tujuan utamanya sama yaitu "masyarakat adil makmur" sehingga dalam kegiatan kami pun berusaha mencapai tujuan itu dengan beberapa kegiatan yang Tidak hanya ceremonial namun juga substansial demi terwujudnya tujuan tersebut yang selaras dengan isi Pancasila(Devantara)

Komentar