Bersua Diatas Bumi di Bawah Langit Bersama Hamparan Laut



Tuk menghilangkan kebingungan, ku mencari suasana terbuka berteman angin sepoi sepoi diringi desir ombak,

Dipesisir ini aku melihat dunia luar yang begitu indah dengan alamnya, manusianya yang dengan keikhlasannya tertawa, bercanda, bahkan tercium aroma kersa diantara mereka.

Diujung pantai ku melihat sekelompok pemancing sedang duduk diatas bebatuan, penuh kesabaran menanti ikan tuk memakan umpan, meski pun kadang yang didapat tak sesuai keinginan, tapi yang menjadi menarik adalah ketika umpan dipancing sudah mulai menarik stik dan ada tarik menarik.

Sore ini aku mendapat setidaknya penghilang penat dipikiranku, serta arti kesabaran dari seorang pemancing, dan keindahan alam yang membuat mereka bahagia dengan berbagai ekspresinya.

Dalam buku fihi ma fihi menjelaskan secara gamblang bagaimana menapaki jalab untuk memaknai sesungguhnya hidup ini.

Maulana rumi berkata " ada satu hal di alam semesta ini yang tak patut dilupakan, kalau kamu melupakan segala hal tapi tetap mengingat satu hal maka kamu tidak perlu khawatir, sebaliknya jika kamu mengingat dan meraih segala hal tapi melupakan satu hal maka solah olah kamu tak berbuat apa-apa"

Apakah satu hal yang tak patut dilupakan itu ?

Dijelaskannya dalam Al Qura'n surat al ahzab: 72 , "sesungghnya kami telah menawarkan amanah kepada langit, bumi, dan gunung tapi semuanya enggan untuk memikul amanah itu dan mereka khawatir akan menghianatinya, dan dipikullah amanah itu oleh manusia, sesungguhnya manusia itu amat zolim dan amat bodoh"

Manusia di alam semesta ini untuk menjalankan tugas tertentu dan itulah tujuan mereka.

Manusia dapat mengubah bebatuan menjadi akik, mengolah gunung menjadi tambang, dan mengolah lahan kering menjadi lahan yang subur serta membuat pemandangan indah.

Itu semua adalah produksi langit, bumi dan gunung. Akan tetapi semua itu tidak dilakukan sendiri oleh mereka melainkan melalui perantara manusia.

Ya allah,

Ampunilah diri hamba yang zolim dan bodoh, sungguh kau robbi yang maha kasih lagi penyayang. Amin

Hakikat kata, 7 Mei 2018

Komentar